Cara Menghindari Penolakan “Similar” di Microstock (Wajib Dipahami Kontributor Pemula)

Dagu2.com - Microstock - Cara Menghindari Penolakan “Similar” di Microstock (Wajib Dipahami Kontributor Pemula)

Penolakan sudah menjadi menu wajib bagi seorang kontributor microstock. Bahkan kontributor senior pun masih sering mengalaminya. Jadi, pertanyaannya bukan takut ditolak, tapi bagaimana meminimalkan penolakan, khususnya dengan alasan “similar”.

Bagi kamu yang ingin serius menjadi kontributor microstock, penting untuk memahami bahwa submit foto ke platform microstock sangat berbeda dengan upload ke media sosial seperti Facebook atau Instagram. Di microstock, setiap karya akan melewati proses kurasi ketat sebelum disetujui.


Apa Itu Penolakan “Similar” di Microstock?

Tidak semua foto yang diunggah ke platform seperti Shutterstock atau Adobe Stock akan otomatis diterima. Salah satu alasan penolakan paling umum adalah similar.

Foto dianggap similar jika:

  • Objek utama terlalu mirip

  • Pose hampir sama

  • Sudut pengambilan tidak berbeda signifikan

  • Konsep visual terasa identik

Jika terlalu banyak foto serupa, sistem bisa menganggapnya sebagai spam konten, perlu berpikir dari sudut buyer juga, akan lebih nyaman ketika mencari object photo dan menemukan beragam photo yg nantinya akan digunakan untuk materi design, dan menemukan beragam photo yg mungkin dibutuhkan, bukan photo yg terlalu mirip satu dengan yg lain.

👉 Intinya: meskipun objek sama, foto harus tetap terlihat berbeda secara konsep.


Objek Sama, Tetap Bisa Di-Approve (Asal Paham Konsep)

Sebagai contoh, foto dengan objek yang sama seperti ubi jalar dan tangan manusia tetap bisa lolos kurasi di Shutterstock.

Kuncinya ada di penentuan objek utama.

  • Ubi jalar sebagai objek utama

  • Tangan hanya sebagai elemen pendukung (supporting object)

Dengan konsep ini, foto masih relevan untuk kebutuhan desain, iklan, maupun ilustrasi bertema alam, pertanian, atau makanan sehat.








Cara Menghindari Similar dengan Objek yang Sama

Variasi pose yg dapat kalian lakukan ketika memotret object yg sama :

1. Variasi Pose

  • Satu tangan kanan

  • Satu tangan kiri

  • Dua tangan memegang objek

2. Variasi Angle

  • Eye level sejajar dengan mata subject memberikan efek normal dan natural

  • High Angle : sudut tinggi kamera diatas object, meberikan kesan object lebih kecil

  • Low Angle : sudut rendah, memberikan efek object lebih besar, kuat dan dominan

      pemilihan angle ini penting untuk memberikan afek yg berbeda beda, dan menghindari penolakan dengan alasan similar, tentunya akan memberikan pilihan bagi buyer sesuai dengan kebutuhan yg akan dibutuhkan 

3. Variasi Latar Belakang

  • Background polos, explore object sekitar misal ada tembok polos, tembok semen yg belum dicat

  • Background alami, tanah daun tapi ingat obejt 

  • Konsep outdoor vs indoor

4. Variasi Konsep

  • Panen hasil bumi

  • Bahan makanan organik

  • Pertanian tradisional

  • Healthy food & natural lifestyle

Dengan pendekatan ini, satu objek bisa menghasilkan banyak foto layak jual tanpa melanggar aturan similar.


Kesimpulan

Penolakan di microstock adalah hal wajar dan bagian dari proses belajar. Alasan “similar” bukan berarti fotomu jelek, tapi bisa jadi kurang variasi konsep.

Jika kamu ingin konsisten lolos kurasi:

  • Pahami perbedaan upload microstock vs sosmed

  • Tentukan objek utama dengan jelas

  • Buat variasi pose, angle, dan konsep

  • Pikirkan kebutuhan desainer sebagai buyer

Dengan strategi yang tepat, satu objek sederhana bisa menjadi aset microstock jangka panjang 💰📷